Mempelajari Metode Penelitian Komunikasi Bagian C

Hai teman-teman....jumpa kembali, nah kesempatan kali ini aku akan membahas tentang  Analisis Bingkai/Framing, Analisis Wacana dan Semiotika, yang merupakan metode penelitian komunikasi bagian C. Ini merupakan kelanjutan metode penelitian komunikasi yang aku tulis di diblogku yang sebelumya.

1. Analisis bingkai


 

 

(Gambar 1 : Analisis Framing)

 

Teori Analisis Framing atau Analisis Bingkai (Frame Analysis Theory) berusaha untuk menentukan kunci-kunci tema dalam sebuah teks dan menunjukkan bahwa latar belakang budaya membentuk pemahaman kita terhadap sebuah peristiwa. Dalam mempelajari media, analisis bingkai menunjukkan bagaimana aspek-aspek struktur dan bahasa berita mempengaruhi aspek-aspek yang lain. (Anonimous, 2004). Analisis bingkai merupakan dasar struktur kognitif yang memandu persepsi dan representasi realitas. (King, 2004). Menurut Panuju (2003:1), frame analysis adalah analisis untuk membongkar ideologi di balik penulisan informasi.

Model-model Analisis Bingkai

1. Model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki

Model ini membagi struktur analisis menjadi empat bagian:

a. Sintaksis adalah cara wartawan menyusun berita.

b. Skrip adalah cara wartawan mengisahkan fakta.

c. Tematik adalah cara wartawan menulis fakta.

d. Retoris adalah cara wartawan menekankan fakta.

2. Model William A. Gamson dan Andre Modigliani

Model ini membagi struktur analisis menjadi tiga bagian:

a. Media package merupakan asumsi bahwa berita memiliki

konstruksi makna tertentu.

b. Core frame merupakan gagasan sentral.

c. Condnsing symbol merupakan hasil pencermatan terhadap

perangkat simbolik (framing device/perangkat framing dan

reasoning device/perangkat penalaran).

 

 

2.Analisis Wacana


 

(Gambar 2 : Analisis Wacana)

 

Analisis wacana merupakan salah satu disiplin ilmiah dalam linguistik yang secara khusus mengkaji mengenai wacana. Pengkajiannya dapat secara internal maupun secara eksternal. Bahan analisis di dalamnya meliputi satuan bahasa yang melibatkan komunikasi antara pengirim pesan dan penerima pesan.

Analisis Wacana merupakan salah satu metode penelitian komunikasi yang digunakan untuk meneliti suatu pesan komunikasi yang digunakan untuk membentuk suatu wacana. Menurut van Dijk, ada 3 dimensi yang membentuk suatu wacana sehingga analisis yang dilakukan terhadap suatu wacana harus meliputi ketiga dimensi tersebut, yaitu teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Tujuan yang bisa dicapai dari pendekatan Analisis

Wacana adalah Mendiskripsikan pembentukan wacana melalui penggunakan pesan, Menggambarkan

perbedaan wacana.

Teknik pengumpulan data dalam pendekatan Analisis Wacana

1. Teknik pengumpulan data secara interaktif yang meliputi wawancara dan observasi berperan aktif

2. Studi pustaka

 

 

3. Semiotika


 

(Gambar 3 : Semiotika)

 

Semiotika merupakan studi tentang tanda-tanda (sign), fungsi tanda, dan produksi makna. Tanda adalah sesuatu yang berarti sesuatu untuk orang lain. Studi semiotik tanda-tanda, penggunaan tanda dan segala sesuatu yang berkaitan dengan tanda. Dengan kata lain, ide semiotik (tanda, makna, denotatum dan interpretan) dapat diterapkan untuk semua bidang kehidupan selama tidak ada prasyarat terpenuhi, yaitu ada artinya diberikan, ada makna dan interpretasi. Semiotika dibagi menjadi tiga cabang yaitu:

 

 

    Semantik: hubungan antara tanda dan hal-hal yang mereka lihat; denotata mereka, atau makna

    Sintaksis: hubungan antara tanda-tanda dalam struktur formal

    Pragmatik: hubungan antara tanda dan tanda-menggunakan agen

 

Elemen Dasar Semiotika

  • Komponen Tanda, menggambarkan tanda sebagai unit yang tidak dapat dipisahkan oleh dua bidang seperti selembar kertas yaitu bidang khusus untuk menjelaskan bentuk atau ekspresi. Dan bidang-bidang penting untuk menjelaskan konsep atau makna.
  • Analisis Tanda, analisis tanda-tanda dalam strukturalisme bahasa menyiratkan kombinasi aturan yang terdiri dari dua sumber, yaitu:

- Aksis paradigmatik, kosakata karakter atau kata-kata

- Tanda sintagmatik, digunakan untuk memilih dan menggabungkan karakter berdasarkan         aturan atau kode tertentu untuk mendapatkan ekspresi yang bermakna

  Tingkatan Tanda, Roland Barthes mengembangkan dua tingkat makna, nama dan konotasi. Denotasi adalah tingkat makna yang menciptakan makna eksplisit, langsung, dan spesifik. Sedangkan konotasi adalah level makna yang menciptakan makna implisit dan tersembunyi. Barthes juga melihat makna yang terkait dengan mitos, yaitu pengkodean makna dan nilai sosial, sebagai sesuatu yang dianggap wajar.

Relasi antar Tanda, ada dua bentuk Relasi antar Tanda utama yaitu:

 - Metafora adalah model interaksi karakter di mana karakter dari satu sistem digunakan            untuk menjelaskan arti dari sistem lain.

- Metonimi adalah interaksi tanda-tanda di mana satu tanda terhubung ke tanda lain, di mana    ada hubungan antara bagian-bagian dan keseluruhan

Komentar

Postingan populer dari blog ini