Keseruan Membuat Sebuah Film pendek
Hay teman
teman, pada kesempatan kali ini saya berbagi pengalaman dan
keseruan membuat film pendek hingga mengikuti lomba CAFIFEST 2021 yang
diselengarakan oleh Stisipol Candradimuka.
CAFIFEST 2021 yang diselengarakan oleh Stisipol Candradimuka
Karya video yang baik selalu dibuat dengan tahapan proses produksi yang rinci dan sesuai dengan standard produksi yang professional. Artinya proses pembuatan karya video sebaiknya mengikuti standar operasional proses produksi. Standard operasional proses produksi dipergunakan untuk mengatur alur proses produksi, agar video yang dihasilkan lebih baik.
Secara umum
alur proses produksi video terbagi menjadi 3 tahapan, yaitu:
PRA-PRODUKSI
PRODUKSI
PASCA-PRODUKSI
1. Tahap
PRA-PRODUKSI
Tahapan
pra-produksi adalah tTahapan awal pelaksanaan sebelum pembuatan video (shooting
video) adalah tahapan persiapan. Pada tahapan ini seluruh perencanaan
disusun dengan alur yang dibuat untuk menghindari kesalahan-kesalahan saat
melakukan proses pengambilan gambar.
Pada tahapan
ini hal yang perlu dilakukan adalah mengumpulkan berbagai macam materi berupa;
pembuatan ide, shoting script, sampai dengan keperluan naskah. Pada tahapan ini
kita juga dapat mengumpulkan foto-foto, grafik ataupun illustrasi maupun apa
yang berkaitan dengan rencana pembuatan video.
Pada tahapan
PRA-PRODUKSI juga terdapat lagi tahapan-tahapan kerja yang harus dilakukan,
yaitu : Pembuatan Ide dan Pembuatan Dokumen Shooting
A. Pembuatan
Ide
Hal utama
yang harus dilakukan dalam pembuatan video adalah menciptakan ide. Sebuah ide
digunakan sebagai penentu tema produksi video yang akan dibuat.
B. Penulisan
Konsep
Setelah
selesai melakukan penggalian ide, maka untuk selanjutnya yang harus kita
lakukan adalah penulisan konsep, membuat ringkasan cerita dari video/film
tersebut, lalu menuliskan urutan cerita yang detail, sehingga tidak
ada adegan yang akan terlewatkan pada saat melakukan pengambilan gambar
C. Pembuatan
Dokumen Shooting
Dokumen
shoting terdiri dari beberapa hal seperti Sinopsis, Treatment, Story Board dan Shooting
Script
Tahap ini
adalah tahap dimana semua materi yang direncanakan pada dua tahap sebelumnya
yang masih mentah untuk direkam baik gambar maupun suara. Jika perencanaannya
matang akan memudahkan untuk menghasilkan produksi yang bagus. Namun,
seringkali apa yang direncanakan dan di lapangan ada perubahan. Perlu kemampuan
untuk mengambil keputusan yang baik dan tidak mudah panika jika adanya
perubahan-perubahan yang mendadak
4. Pasca
Produksi
Pada tahap
ini hasil rekaman akan dilakukan editing, penataan suara, penambahan
efek, scoring music, dan colour grading. Untuk di tahap ini, bukan
cuma seorang editor saja yang berperan untuk menentukan potongan-potongan
gambar. Tetapi, sutradara dan produser juga perlu menjaga keutuhan cerita.
Selain langkah
langkah diatas, tentunya kita juga berbekal sebuah buku berjudul Memahami Film
Edisi 2 karya Himawan Pratista yang kita jadikan pedoman.
Saat kita
melakukan produksi film, ternyata kita mendapatkan beberapa kendala seperti
lokasi yang terlalu ramai, gambar yang kurang fokus, kru yang terlambat datang
dan lainnya. Tetapi berkat kordinasi dan kerjasama yang baik semua kendala bisa
kita lewati. Dan film yang kita buat bisa selesai tepat waktu dengan semua
keterbatasan yang ada.
1.Siapkan
Ide yang menyenangkan dan original
Ide yang
original memang tidak mudah didapatkan, tapi ini adalah cara yang paling mudah
untuk menghindari plagiat dari karya orang lain. Cobalah untuk mencari
referensi fenomena dan trend dimasyarakat yang tengah berkembang.
Jika ide yang kita miliki original, kita akan memiliki sudut, gaya, serta
teknik yang berbeda dari film pendek yang pernah ada. Kita bisa mencoba untuk
menemukan inspirasi dalam pengalaman kita sendiri atau orang-orang yang kita
temui, atau bahkan berdasarkan imajinasi kita sendiri.
2. Script
Cerita yang Kuat
Jalan cerita
yang baik terlahir dari naskah yang baik pula, naskah atau script yang baik
adalah bibit utama film pendek berbasis narasi yang dapat dikembangkan melalui
karakter-karakter yang akan memainkan film ini. Jalan cerita yang kuat tentu
saja akan menjadi nyawa tersendiri dari film yang akan dibuat. Sebelum
melakukan penggarapan berupa perencanaan keuangan, dan syuting sebaiknya script
harus disiapkan secara matang terlebih dahulu agar film yang akan dibuat tidak
akan mengecewakan.
3. Buatlah
Sinopsis
Cerita
singkat tentang seperti apa film yang kita buat ini, minimal kita harus
mempersiapkan tokoh utama, setting, konflik dalam film dan twisted dari film
yang akan kita buat. Dari sinopsis kita bisa menentukan siapa saja yang harus
kita wawancara, daftar pertanyaan untuk setiap wawancara, dan daftar
gambar-gambar (footage) yang dibutuhkan di luar wawancara untuk para pemeran
yang sesuai dengan karakter dalam film.
4. Siapkan Peralatan
Perlengkapan
yang diperlukan adalah handycam atau kamera video apa pun beserta baterai dan
charger, jika mempunyai peralatan yang lebih canggih untuk mendukung kulaitas
film maka akan lebih baik. Jangan lupa bawa juga mikrofon tambahan dan kabel
ekstensinya, tripod, dan yang paling penting, kaset-kaset kosong. Film pendek
yang baik sebenarnya tidak berdasarkan peralatan mewah yang digunakan tetapi
seberapa serius project ini dibuat.
5. Mengedit
film
Mulai
capture hasil rekaman yang sudah kita pilih sebelumnya ke dalam komputer
menggunakan program editing yang biasa kita pakai. Setelah itu susun film kita
berdasarkan sinopsis final yang sudah kita buat sebelumnya.
Masukkan
footage-footage yang kita sudah rekam. Buat alur semenarik mungkin, jangan
terlalu banyak wawancara yang bisa membosankan. Idealnya, panjang film 8-12
menit.
6. Musik atau
soundtrack
Tambahkan
musik latar yang sesuai, jangan pakai musik orang sembarangan. Sebisa mungkin
buat musik sendiri atau minta teman yang pandai membuat musik untuk membuatkan
music untuk film ini.
7. Terakhir,
koreksi warna atau “color correction”
Masukkan
opening title (pilih judul yang catchy dan bisa menggambarkan keseluruhan
film), tambahkan credit title, mixing suara, wrap! Jadikan DVD biar bisa
ditonton beramai-ramai.
Mana ceritanya?? Yang niat klo nulis pengalaman ya...
BalasHapus